Minggu, 22 Oktober 2006

Beranda » Hubble Temukan Bulan Keempat Pluto

Hubble Temukan Bulan Keempat Pluto

alt



Bulan kecil keempat telah ditemukan sedang mengorbit planet kerdil Pluto, menurut konfirmasi NASA.






Para astronom telah menemukan sebuah bulan kecil, yang sementara ini diberi nama P4, sembari mencari-cari jaringan di sekitar Pluto pada tepi sistem tata surya dengan menggunakan teleskop Hubble.



Bulan kerdil ini merupakan yang terkecil diantara empat bulan pluto lainnya dengan diameter diperkirakan antara delapan hingga duabelas mil.



Charon merupakan bulan terbesar Pluto dengan bentang sekitar 648 mil. Bulan lain, Nix dan Hydra memiliki diameter antara 20 hingga 70 mil.



P4 ditemukan mengorbit di antara Nix dan Hydra yang keduanya ditemukan teleskop Hubble pada 2005 silam. Charon sendiri ditemukan pada 1978 di Observatorium Kelautan AS.




Mekipun ukuran bulan keempat ini kecil, namun bukan yang paling kecil di dalam tata surya. Ada yang menyebutkan dua bulan yang mengorbit Yupiter, J9 dan J12, bentangannya diyakini kurang dari satu mil. Beberapa diantaranya ada menyebut ‘moonlets’ yang mengorbit Saturnus lebih kecil.



Pengamatan oleh Hubble merupakan bagian dari pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mendukung misi New Horizon NASA, yang dijadwalkan dapat mendekati Pluto dan bulan-bulannya pada 2015.



Pemimpin program observasi Hubble, Mark Showalter dari Lembaga SETI di Montain View, California mengatakan, “Temuan bulan kecil keempat ini merupakan hal yang sangat ‘luar biasa’.”




Ia menambahkan, “Saya merasa hal yang luar biasa karena kamera Hubble memungkinkan kita melihat obyek kecil dengan jelas dari jarak lebih dari tiga milyar mil.”



P4 pertama kalinya terlihat dalam foto yang diambil oleh Hubble pada 28 Juni dan telah dikonfirmasi dalam gambar Hubble berikutnya yang diambil pada 3 dan 18 Juli.



Kini sedang diupayakan nama resmi untuk bulan mini tersebut.



Pluto telah dinyatakan sebagai planet kesembilan dalam sistem tata surya namun dideklasifikasikan oleh International Astronomical Union pada Agustus 2006 dengan status ‘kerdil’.




Dengan bentang sekitar 1.430 mil, planet kerdil ini diperkirakan dua pertiga ukuran bulan yang mengorbit Bumi dan kurang dari satu persen dari masa Bumi.



Secara tradisional, obyek-obyek baru dalam sistem tata surya diberi nama menurut mitologi Yunani atau Romawi kuno. Pluto adalah nama Dewa Romawi kuno yang disarankan oleh seorang gadis 11 tahun dari Oxford bernama Venetia Burney. Dan Charon adalah nama karakter dunia bawah yang membawa jiwa-jiwa orang mati di Sungai Styx, sungai antara hidup dan mati.



Dua nama bulan Pluto lainnya, Hydra dan Nix juga merupakan nama-nama keturunan dari mitologi Romawi kuno. Nix adalah dewi malam, ibu dari Charon, sedangkan Hydra adalah monster raksasa yang memiliki banyak kepala.



Keempat bulan Pluto ini diyakini terbentuk ketika Pluto dan planet lain bertabrakan. Begitu pula ada kemungkinan terbentuknya bulan Bumi juga akibat peristiwa serupa.




Pluto memiliki atmosfir sangat tipis, terdiri dari nitrogen, metana dan gas-gas lain, yang dapat eksis karena keseimbangan ‘tekanan uap’.



Atmosfir Pluto sangat sensitif terhadap perubahan suhu permukaan dan sejak 1989 planet kerdil ini telah bergerak semakin menjauhi matahari, menurut para astronomi pada Observatorium Lowell, yang saat ini sedang mengamati fenomena tersebut.